![]() |
Kepemimpinan dalam Islam
Disusun oleh: Khoerotun
Ni’mah (10410071)
Dosen Pengampu : Drs. Nur
Hamidi. MA
Mata Kuliah : Leadership
Fakultas Tarbiyah dan
Keguruan
UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta
|
Dalam kehidupan bermasyarakat dan
berorganisasi kepemimpinan merupakan hal yang tidak asing lagi. Kepemimpinan
merupakan hal yang sangat penting, karena kepemimpinan adalah proses
pengendalian dalam suatu organisasi.
Kepemimpinan bisa dikatakan sebagai system kinerja dalam suatu instansi
atau organisasi yang mempunyai tujuan tertentu. Dalam kehidupan dimasyarakat
kepemimpinan suatu organiasai akan dijabat oleh pemimpin.
Pemimpin adalah sosok yang
mempengaruhi,memimpin dan memberi bimbingan kepada yang dipimpin dalam suatun
organisasi. Sehingga pemimpin adalah sosok yang sangat penting dalam suatu organisasi.
Pemimpin akan membawa suatu organisasi kearah mana dan kearah yang bagaimana,
sehingga kemajuan suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh pemimpin. Ketika
pemimpin mampu mewujudkan visi, misi dan tujuan suatu organisasi maka pemimpin
akan mampu membawa organisasi ke yang lebih baik untuk perkembangan
organisasinya.
Menjadi seorang pemimpin dalam
suatu organisasi tidaklah mudah karena
harus ada syarat yang harus dipenuhi antara lain:
1.
Memiliki keahlian dalam jabatan
yang dipimpin
Bila pemimpin tidak memiliki
keahlian pada bidang yang dipimpinnya, tanpa memiliki keahlian tidak mungkin
akan menjadi pemimpin karena keahlian merupakan syarat utama pemimpin dalam
kepemimpinan suatu organisasi.
2.
Tegas dan Percaya diri
Menjadi seorang pemimpin harus
tegas dalam memutuskan Sesuatu dan percaya pada diri sendiri agar dalam
memimpin suatu organisasi tidak dengan ragu-ragu.
3.
Kreatif , inovatif
4.
Jujur, adil dan dapat dipercaya.
Dalam islam telah dijelaskan bahwa sebagai pemimpin harus adil,
jujur dan dapat dipercaya. dalam QS. Ibrohim ayat 28 yang artinya “Tidakkah
kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah[789]
dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah keb inasaan?,” (789) Yang dimaksud dengan nikmat Allah di
sini ialah perintah-perintah dan ajaran-ajaran Allah. Berdasarkan ayat diatas
jelas bahwa seorang pemimpi tidak boleh menyebabkan rakyatnya jatuh pada
kebinasaa.
Apajadinya bila pemimpin tidak menjalankan perintah-perintah Allah
yaitu dengan tidak dapat adil,jujur dan
tidak dapat dipercaya. Seperti contonya di Negara kita ini, pemimpin yang telah
dipercaya oleh rakyat untuk menjadi wakilnya ternyata tidak seperti apa yang
dikehendaki rakyat, mereka justru menyia-nyiakan kepercaaan yang telah rakyat
berikan. Mereka mengorupsi uang-uang yang bukan haknya.
5.
Tanggung jawab
6.
Sabar dan memiliki kestabilan emosi
Seorang
pemimpin hendaknya memiliki sifat sabar. Jangan mudah kecewa dan memperlihatkan
kekecewaannya dalam menghadapi sebuah kegagalan atau kesukaran ataupun
sebaliknya jangan mudah bangga dan
sombong jika kelompokya berhasil.
Pemimpin dalam islam tidak hanya
mereka yang memimpin organisasi melainkan semua manusia yang ada di muka bumi
adalah pemimpin,hal ini telah dijelaskan dalam sebuah hadits yang artinya: “
kalian semua adalah penggembala, dan akan diminta pertanggungjawaban tentang
gembalaanya. Imam adalah penggembala, kelak dia akan dimintai
pertanggungjawaban tentang gembalannya. Seorang laki-laki penggembala istrinya,
kelak dia akan dimintai pertanggungjawaban tentang gembalaanya. Seorang wanita
penggembala dalam rumah suaminya, kelak dia akan dimintai pertanggungawaban
tentang gembalaanya. Seorang pelayan penggembala bagi harta tuannya, kelak dia
akan diminta pertanggungjawaban tentang gembalaanya. Seorang anak penggembala
harta ayahnya, kelak dia akan diminta pertanggungjawaban tentang gembalaanya.
Kalian semua adalah penggembala, kelak akan dimintai pertanggungjawaban tentang
gembalaanya “. (HR. Bukhori dan Muslim) [1]
Maksud
penggembala diatas adalah pemimpin. Berdasarkan hadits tersebut Kita semua
adalah pemimpin meskipun bukan pemimpin organisasi melainkan pemimpin akan diri
kita sendiri bagaimana cara mengendalikan hawa nafsu untuk melaksanakan
perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Jika kita dalam memimpin diri kita
sesuai dengan apa yang telah diajarkan Allah, maka ketika menjadi pemimpin
suatu organisasi maka akan dapat memimpin yang baik.
[1]
Sayyid Ahmad Al-hasyimi, Syarah Mukhtaarul Ahaadiits (Bandung: Sinar
Baru Algensindo, 2007).halm 672-673


0 komentar:
Posting Komentar