Prinsip -Prinsip dan Perkembangan
konsepsi Tekhnologi Pendidikan
Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas mata
kuliah:
Pengembangan Media PAI
Dosen Pengampu: Sigit Purnama S.Ag, M.Pd

Disusun oleh kelompok 2:
1.
Abdul Kohar (10410016)
2.
Yuni
Nafisah (10410037)
3.
Khoerotun
Ni’mah (10410071)
4.
Anji
Fathunaja (10410075)
5.
Nurul Huda
Husaini (10410080
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN
KALIJAGA
YOGYAKARTA
2012
1.
Cari dan tuliskan prinsip-prinsip Tekhnologi Pendidikan!
(Sadiman,
1984) Terdapat tiga prinsip dasar dalam teknologi pendidikan sebagai acuan
dalam pengembangan dan pemanfaatannya, yaitu :
1.
pendekatan
sistem
2.
berorientasi
pada mahasiswa
3.
dan pemanfaatan sumber belajar.
2.
Beberapa
prinsip Tekhnologi Pendidikan adalah (a) menggunakan pendekatan sisitem (b)
berprientasi pada siswa/mahasiswa. Jelaskan kedua prinsip tersebut secara rinci
beserta contoh-contohnya!
Prinsip
pendekatan sistem berarti bahwa penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran
perlu desain / perancangan dengan menggunakan pendekatan
sistem. Dalam merancang pembelajaran diperlukan langkah-langkah prosedural
meliputi : identifikasi masalah, analisis keadaan, identifikasi tujuan,
pengelolaan pembelajaran, penetapan metode, penetapan media evaluasi
pembelajaran (IDI model, 1989) .
Contoh pendekatan system yaitu ketika sedang melakukan kegiatan
pembelajaran berdasarkan dengan RPP yang telah dibuat karena RPP merupakan
system. Dalam RPP pembelajaran telah dirancang sedemikian rupa dan ketika
penyampaianya sesuai dengan langkah-langkah/ step by step.
Prinsip
berorientasi pada mahasiswa beratri bahwa dalam pembelajaran hendaknya
memusatkan perhatiannya pada peserta didik dengan memperhatikan
karakteristik,minat, potensi dari mahasiswa.
Contoh prinsip berorientasi pada mahasiswa yaitu ketika pembelajaran
sedang berlangsung guru harus memahami bagaimana karakter,minat dan potensi
mahasiswa. Sehingga dalam proses pembelajaran dapat berjalan karena sesuai
dengan kondisi mahasiswa .
3.
Jelaskan perkembangan terbentuknya konsep tekhnologi penddikan secara
urut!
Pada tahun
1960 kebanyakan pendidikan telah menggunakan pendekatan audio visual/belajar
terprogram yang masing-masing telah dihubungkan dengan sejumlah kerangka
konseptual adopsi praktis dari kegiatan mereka, pelatihan dan kepribadian
mereka. janus zweski (2001:2-5) mengungkapkan bahwa tahap awal sebagai
pengantar kearah perkembangan konsep dan istilah teknologi pendidikan dilandasi
dan dipertajam oleh tiga faktor sebagai berikut:
Engineering Dalam kaitanya dengan engineering
pengkajian di awali. Maka yang menggambarkan kegitatan riset dan pengembangan
serta usaha menghasilkan teknologi untuk di gunakan secara praktis dan efisien. Saektrer(1900) menyatakan bahwa Franklin
Bobbitt dan w.w Charters perintis penggunaan istilah “education engineering”
pada tahun 1920an khususnya pada pendekatan yang di gunakan untuk mengembangkan
kurikulum. Penggunaan istilah tersebut digunakan dalam mengikat konsep ilmu
menejemen dan setting pendidikan. Dalam hal ini charters yang dinyatakan oleh
t.j hoover dan j.t.l fish mengungkapkan bahwa engineering adalah kegiatan
professional dan sistematik dalam mengaplikasikan ilmu untuk memanfaatkan
sumber alam secara efisien dalam menghasilkan kesejahteraan.
Science adalah sebuah ilmu pengetahuan dari sebuah
pemikira dengan pendekatan yang telah di tentukan dengan kajian yang mendalam.
Dalam hal ini pendekatan merupakan keharusan dikarenakan konsep dan praksis
pendidikan pada hakekatnya mengungkapkan hal-hal yang secara empiris dilapangan. Herbert klibert (1987) mendefinisikan adanya
tiga peristiwa berbeda yang ditemukan pada abad 20an dalam memahami penggunaan
dalam pendidikan. Pertama
berkaitan dengan perkembangan anak . Disini peran serta pendidik untuk mengkaji
perkembangan anak sesuai dengan kondisi lingkungan mereka, dengan tujuan untuk
mengungkap kurikulum mana yang paling tepat untuk mereka. Science merupakan dasar untuk menerapkan metode
pembelajaran dan bahan ajar yang akan disampaikan dengan mengkaji model
mengajar untuk ketrampilan berfikir menggunakan sience.
Audio Visual Berdasarkan
sejarah perkembangan konsep audiovisual pada pendidikan tidak memiliki
keterkaitan dengan konsep engineering dan science secara luas. Bahkan secara
khusus teknologi pendidikan memandang bahwa konsep audiovisual dilandasi oleh
pemahaman tentang hardwere dan equipment. Kebanyakan pembangunan peralatan pendidikan
dikelas digunakan setelah perang dunia ke II. Oleh karena itu pemahaman yang
popular menunjukan bahwa teknologi pendidikan merupakan hasil evolusi dari
gerakan penggunaan audiovisual pada pendidikan.
Berdasarkan hal-hal tersebut fase awal mulanya disusunnya
konsep teknologi pendidikan secara sisitematis, berlangsung pada tahun 1963
dengan memasukan audiovisual kedalam teknologi pendidikan. Dengan melalui
tahapan-tahapan yang telah di tentukan dan dengan melalui proses perkembangan
dan pengkajian ulang sehingga dapat fase mempertahankan identitas, hal ini
terjadi pada tahun 1965, sampai pada masa akhir yaitu masa sistemisasi konsep
yang berlangsung pada tahun 1972.
4.
Sebutkan dan uraikan landasan-landasan tekhnologi pendidikan!
Karena semua landasan tekhnologi pendidikan ada pada landasan falsafah
sebagai ilmu maka menggunakan landasan falsafah:
1) Landasan ontology
“Apa (ontologi) yang melandasi
adanya disiplin ilmu teknologi pendidikan?”
a. Adanya sejumlah besar orang belum terpenuhi
kesempatan belajarnya, baik yang diperoleh melalui suatu lembaga khusus, maupun
yang dapat diperoleh secara mandiri.
Misalnya? Data statistik pendidikan
menunjukkan bahwa angka melanjutkan sekolah dari SD/MI ke SMP/MTs tahun 2002
adalah 51,2%. Artinya terdapat 48,8% siswa SD/MI tidak dapat melanjutkan ke
tingkat SMP/MTs. Upaya apa yang harus dilakukan untuk memberi kesempatan
belajar kepada hampir 58,8% siswa yang tidak bisa melanjutkan ke SMP/MTs.
Disinilah peran penting adanya teknologi pendidikan yang diperlukan untuk
menemukan atau mencarikan solusinya dengan berbagai pendekatan yang sistemis
dan sistematik tentunya. Contoh lain? Di sekolah misalnya. Dari 40 siswa dengan
hanya satu orang guru, hanya beberapa orang saja yang mendapatkan kesempatan
belajar dengan baik. Bagaimana meningkatkan keterlibatan belajar semua siswa
secara efektif, efisien dan menarik di kelas? Disinilah perlunya teknologi
pendidikan. Contoh lain? Data statistik menunjukkan bahwa angka buta huruf di
Indonesia mencapai 3,9 juta jiwa tahun 2005. Bagaimana mereduksi angka buta
huruf? Lagi-lagi peran teknologi pendidikan dipentingkan disini. Apa lagi?
Bagaimana meningkatkan kualifikasi 2,2 juta guru di Indonesia melalui cara
tertentu tanpa guru tersebut harus meninggalkan kelas? Bagaimana meningkatkan
kinerja karyawan perusahaan, tanpa harus melalui pendekatan pelatihan
konvensional? Semua itu membutuhkan peran penting teknologi pendidikan.
b.
Adanya
berbagai sumber baik yang telah tersedia maupun yang dapat direkayasa, tapi
belum dimanfaatkann untuk keperluan belajar.
Artinya, banyak sumber baik orang,
pesan, alat, teknik, maupun lingkungan yang sebenarnya dapat dimanfaatkan atau
dioptimalkan secara tepat dan relevan tapi belum atau bahkan tidak sepenuhnya
seperti itu. Misal, teknologi ifnormasi dan komunikasi seperti radio, televisi,
internet dan lain-lain memiliki potensi yang luar biasa untuk dimanfaatkan
dalam rangka meningkatkan efektifitas, efisiensi dan kemenarikan proses
pembelajaran. Parahnya, dalam konteks pendidikan saat ini, masih banyak
sekolah, katakanlah yang bersifat teacher-centered, dimana guru adalah
satu-satunya sumber belajar. Disinilah letak peran penting atau perlu adanya
disiplin ilmu teknologi pendidikan yang berperan dalam mengidentifikasi,
merancang, mengembangkan, memanfaatkan dan mengevaluasi sumber-sumber yang
relevan dan tepat untuk kondisi pembelajaran tertentu.
2) Landasan Epistimologi Teknologi Pendidikan
Ciri-ciri pendekantan teknologi
pendidikan :
a. Keseluruan masalah belajar dan upaya
pemecahannya ditelaan secara simultan. Semua situasi yang ada diperhatikan dan
dikaji saling kaitannya, dan bukan dikaji secara terpisa-pisah.
b. unsur-unsur yang berkempentingan
diintregasikan dalam suatu proses komplek secara sistemik, yaitu dirancang,
dikembangkan, dinilai dan dikelola sebagai satu kesatuan, dan ditujukan untuk
memecahkan masalah.
c. Penggambungan kedalam proses yang komplek dan perhatian
atas gejala secara menyeluruh, harus mengadung daya lipat atau sinergisme,
berbeda dengan hal dimana masing-masing fungsi berjalan dengan sendiri-sendiri.
3) Landasan Aksiologi Teknologi pendidikan
Menurut Presidential commission on
intruktional teknologi (1969), adapun manfaat / nilai guna teknologi pendidikan
adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan produtivitas pendidikan, dengan
jalan :
a) Memperlajut penahapan belajar
b) Membantu guru untuk mengunakan waktunya secara
lebih
c) Mengurangi beban guru dalam menyajikan
informasi, sehingga guru dapat lebih banyak membina dan mengembangkan
kegairahan anak, belajar anak.
b. Memberikan kemungkinan pendidikan yang sifatnya lebih individual, dengan jalan
a) Mengurangi kontrol guru yang kaku dan
tradisional
b) Memberikan kesempatan anak sesuai dengan
kemampuannya.
c) Memberikan dasar pengajaran yang lebih ilmiyah
dengan jalan perencanaan program pengajaran yang lebih sistematik
d) Pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi
penelitian tentang prilaku
c. Lebih memantapkan pelajaran dengan jalan :
a) Meningkatkan kapasitas manusia dengan berbagai
media komunukasi
b) Penyajian informasi secara lebih konkret
d. Memungkinkan belajar secara lebih akrab karena
dapat :
a) mengurungi jurang
pemisah antara pelajaran didalam dengan luar sekolah
b) memberikan pengetahuan tangan pertama
e. Memungkinkan penyajian lebih luas dan merata
terutama dengan jalan
a) Pemanfaatan bersama tenaga atau kejadian yang
langka secara lebih luas
b) Penyajian informasi menembus batas giografi

0 komentar:
Posting Komentar