Kalam


BAB 1 KALAM (الكلام)

الكلام هواللفظ المركب المفيد  بالوضع
Yang dinamakan dengan kalam adalah lafadz yang sudah murokab (tersusun) dan sudah memeberikan faidah dengan wad’i (sengaja)
Yang dinamakan dengan lafadz adalah suara yang mengandung sebagian huruf hijaiyah. Seperti contoh : زَيْدٌ, قَامَ
yang dinamakan dengan murokab yaitu kalimat yang tersusun dari 2 kata atau lebih  . Contoh تَعَلَّمَ زَيْدٌ
kalimat ini terdiri dari 2 kata   زَيْدٌ dan تَعَلَّمَ
yang dinamakan mufid yaitu sesuatu yang memberikan faidah, fadiah tersebut sempurna yaitu:
·         fi’il ada fa’ilnya contoh قَامَ زَيْدٌ
·          mubtada ada khobarnya contoh     زَيْدٌقَائِمٌ
·         dan syarat ada jawabnya contohعَمْرٌ اِنْ قَامَ زَيْدٌ قَمَ
yang dinamakan al-wadh’i lafadz ang disengaja oleh orang yang berbicara (mutakalim) sehingga orang yang mengigau atau lupa  tidak bisa dinamakan wadh’i

pembagian kalam
واقسامه ثلاثة اسم وفعل وحرف جاء لمعنى
1.      Isim
2.      Fi’il
3.      Huruf
·         Kalimah isim adalah kalimah yang menunjukan maknanya sendiri dan tidak bersamaan dengan waktu dan tempat.
Contoh  زَيدٌ, كِتَا بٌ :
Kalimah isim dapat diketaui ciri-cirinya dengan:
فَا لْاِسْمُ يُعْرَفُ بِالْخَفْضِ وَالتَّنْوِيْنِ وَدجُوْلِ اْلاَلِفِ وَاللاَّمِ وَحُرُوْفِ الجَفَضِ
1.      I’rob jer(khofad)=> isim bisa dikenai I’rab jer denga harokat kasroh
Contoh غُلاَمِ زَيْدٍ
2.      Tanwin =.> isim bisa ditanwin
Contoh زَيْدٌ, زَيْدًا
3.      Kemasukan alif dan lam = isim juga bisa dimasuki dengan huruf alif lam
Contoh زَيْدٌ  = الزَّيْد
4.      Kemasukan huruf jer
Maca-macam huruf  jer
وهى مِن والى وعن وعلى وفى والكاف واللام وحروف الققسم وهى الواو والباء والتاء
Yaitu : min, ila, ‘an, ‘ala, fii, rubba, ba, kaf, lam dan huruf qosam seperti waw, ba, ta
Huruf qosam adalah huruf yang biasanya digunakan untuk bersumpah contoh وَاللهِ, بِاللهِ yang berarti demi Allah
                   Contoh : جَلَستُ عَلىَ الكُرسِيِ
الكُرسِيِ  berharokat kasroh karena kemasukanhuruf jer yaitu ‘ala

·         Fi’il adalah kalimat yang menunjukan makna pekerjaan dan bersamaan dengan waktu (baik untuk waktu yang lampau maupun waktu sekarang/ sedang atau yang akan dilaksanakan). Untuk waktu yang lampau dalam bahasa arabnya disebut dengan fi’il madhi dan untuk waktu yang sedang atau akan dilaksanakan disebut dengan fi’il mudhori.
Contoh fi’il madhi : (telah mukul)  ضَرَبَ
Contoh fi’il mudhori : (sedang memukul)  يَضْرِبُ
Kalimah fi’il dapat diketahui dengan:
والفعل يعرف بقد والسين وسوف وتاءالتاءنيث السا كنة
1.      Masuknya qod => قَدْ قاَمَ
2.      Sin => سَيَقُولُ
3.      Saufa =>سَوْفَ يَقُوْمُ
4.      Ta’ ta’nits sakinah => قَا مَتْ
Keempat hal tersebut tidakbisa masuk pada kalimah isim
·         Huruf adalah kalimat yang memberikan makna ketika bergabung dengan kalimah lain.
Contoh : هَلْ, فِي
Tanda kalimah huruf kaimah yang tidak bisa menerima tanda-tanda kalimah isim dan fi’il


Baca artikel ini...

0 komentar: