PENILAIAN RANAH AFEKTIF TEKHNIK PROYEKTIF


TEKHNIK PROYEKTIF
A.    Pengertian tekhnik proyektif
Tekhnik ini digunakan untuk menilai ranah afektif. Teknik proyeksi merupakan suatu alat yang memungkinkan untuk mengungkap motif, nilai, keadaan emosi, need yang sukar diungkap dalam situasi wajar dengan cara individu memproyeksikan pribadinya melalui objek di luar individu. Dalam teknik proyektif ini, penilaian atas tugas relatif tidak terstruktur, dalam artian tugas yang diberikan tersebut memungkinkan variasi yang hamper tidak terbatas dari respon yang mungkin disampaikan.
B.     Prinsip dasar dari tes / teknik proyektif (yang juga merupakan ciri dari tes proyektif) adalah :
1.         Stimulusnya bersifat tidak berstruktur (unstructure) yang memungkinkan subjek mempunyai alternatif pilihan banyak.
2.      Stimulusnya bersifat ambigous yang memungkinkan subjek merespon stimulus / materi tes sesuai dengan interpretasinya masing-masing.
3.      Stimulusnya bersifat kurang mempunyai objektivitas relatif. Sifat ini memudahkan untuk mendapatkan individual defferences karena masing-masing subjek memiliki kesimpulan yang berbeda-beda dalam mengamati stimulus yang dihadapkan padanya.
4.        Global approach yang artinya menuntut kesimpulan yang luas.
C.    Evaluasi Tekhnik Proyektif
            Berbeda dengan teknik non proyektif, teknik proyektif tidak mempunyai norma dan patokan yang  sejelas teknik non proyektif. Hal ini disebabkan karena interpretasi teknik proyektif lebih menekankan pada faktor-faktor internal subjek dibandingkan dengan performansi eksternal yang ditunjukkan. Oleh karena itu instrumen yang didasarkan pada teknik proyektif seringkali tidak memiliki indeks validitas maupun reliabilitas secara kuantitatif.
            Teknik proyektif ini dapat ditempuh dengan menggunakan dua cara yaitu teknik karangan dengan tema atau topik tertentu dan teknik gambar.
1.      Topik atau tema yang bersifat bebas.
Teknik pengukuran ranah afektif ini sangat sederhana dan mudah dilakukan. Peserta didik diminta untuk menuliskan atau mendiskusikan suatu topik atau tema tertentu tapi bersifat terbuka untuk mendapatkan gambaran ranah afektif peserta didik misalnya, mengenai sikap atau interest. Contoh topik-topik karangan bebas :
a)      Haruskah perbuatan adil itu ditegakkan?
b)      Bagaimana jika masyarakat tidak menjunjung nilai-nilai keadilan?
2.      Teknik Gambar
Teknik gambar ini dilaksanakan dengan menunjukan suatu gambar kepada peserta didik, kemudian peserta didik di minta untuk menjelaskan atau menceritakan tentang gambar tersebut. Gambar yang disajikan dipilih yang menyangkut nilai-nilai tertentu, misalnya tentang nilai kepahlawanan, perjuangan, kerajinan, etos kerja dan sebagainya. Penjelasan atau  cerita yang diungkapkan merupakan refleksi dari sruktur internal ranah afektif peserta didik yang bersangkutan.
            Teknik proyektif sebagai teknik penilaian yang belum terstandarisasikan dan merupakan teknik yang kurang sempurna. Dalam penggunaaan teknik ini secara hati-hati, apalagi bagi mereka yang mempunyai dasar yang baik dalam bidang tes psikologi, teknik ini dapat digunakan sebagai teknik untuk mengungkap kehidupan kepribadian seseorang.


Baca artikel ini...

0 komentar: