Menulis
((Khoerotun Ni’mah))
Menulis merupakan suatu pekerjaan
yang dapat dilakukan oleh semua kalangan baik pelajar maupun orang pada
umumnya. Menulis dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja, ketika ada waktu
kita menggunakan waktu untuk menulis. Dengan menulis kita dapat menorehkan ide-ide
yang ada dalam pikiran yang belum tersampaikan melalui ucapan. Bisa dikatakan
menulis sebagai alternative bagi mereka yang kurang mempunyai kecakapan dalam
berbicara.
Menulis dapat pada intinya
merupakan hal yang mudah tinggal menggerakan jari tangan diatas keybord dan
mengelurkan ide-ide atau pikiran yang ada dalam pikiran. Dengan menulis kita
dapat berbagi ilmu dengan teman-teman tanpa harus kita ngomong sama temen ini
lho “pikiran saya seperti ini”. Dengan teman membaca tulisan kita berarti
secara tidak langsung kita telah berbagi ilmu dengan teman, ketika teman
mengkritik tulisan kita berarti kita mendapat ilmu untuk meningkatkan kualitas
tulisan kita, menyempurkana kekurangan-kekurangan dalam tulisan kita.
Saya menulis
ini sebagai bentuk latihan saya didunia tulis menulis, meskipun masih banyak
kesalahan. Dengan berlatih terus menurus lama kelamaan kita akan mahir secara
sendiri karena kemahiran menulis saya yakin bisa diperoleh dengan adanya
latihan menuliskan apa yang ada dalam pikiran.
Ketika sebuah
ide muncul dalam pikiran dan itu tidak segera dituangkan dalam goresan tinta
maka ide itu akan hilang, berbeda halnya ketika ide itu segera dituangkan dalam
goresan tinta maka ide itu akan abadi dan terselematkan. Begitu dengan ide-ide
selanjutnya. Menulis tidak hanya menuliskan ide-ide yang ada dalam ikiran kita
melainkan bisa juga kita menuliskan ilmu yang kita peroleh dari sekeliling
kita. Ketika ilmu kita peroleh akan tetapi tidak segera kita tuliskan maka kita
akan kehilangan ilmu itu, kenapa? Karena tingkat ingatan manusia akan hal yang
hanya diperoleh dari penglihtan dan pendenganran lebih rendah dibandingkan
dengan igatan mereka yang mendengarkan dan melihat sebuah ilmu kemudian
menuliskannya. Hal ini juga sesuai dengan kata bjak yang berbunyi “ ilmu itu
seperti unta maka ikatlah unta itu dengan sebuah agar ia tidak liari, begitu
halnya ilmu ikatlah ilmu itu dengan tulisan agar ia tidak lari meninggalanmu.
Untuk itulah
mari kita senang menulis tanpa takuk salah, karena tulisan yang baik adalah tulisan
yang jadi dan bisa dibaca dan dapat dipahami oleh kita sendiri khususnya. Semangat menulis………
Baca artikel ini...

0 komentar:
Posting Komentar